3 Handicraft Mini Anti-Mainstream dari Limbah Bambu dan Kayu

by Bintang North Star on

Umumnya, bambu dijadikan bahan dasar dalam pembuatan handicraft Indonesia, seperti anyaman atau furnitur. Lain hal dengan orang-orang kreatif ini, di tangannya bambu bisa dijadikan handicraft Indonesia mini yang unik dan anti-mainstream. Penasaran kan dengan hasil kerajinannya? Kita intip satu persatu yuk!

Handicraft miniatur warung angkringan

handicraft mini Indonesia

Apa jadinya jika suasana warung angkringan khas Yogyakarta ini dijadikan miniatur? Hmm, pasti unik ya. Seorang pengrajin asal Solo, Gringsing Ibnu Handoko atau akrab disapa Inung, berhasil menyulap suasana angkringan menjadi kerajinan miniatur berbahan dasar bambu. Miniatur ini menampilkan detail interaksi pembeli dan penjual, bagian-bagian warung angkringan dan juga tempat pembuatan minuman atau makanan yang dijual di warung angkringan tersebut.

Miniatur bambu nan indah ini dibuat dari limbah bambu. Daripada dibuang begitu saja atau dijadikan kayu bakar, Inung pun memanfaatkan bambu bekas tersebut untuk diolah menjadi kerajinan miniatur bambu atau autodrama. Agar tampilan miniaturnya lebih indah, biasanya Inung menambahkan unsur karung goni dan daun pisang.

Handicraft miniatur kapal layar

handicraft kapal layar indonesia

Selain Solo, Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Natuna juga memiliki handicraft Indonesia mini yang unik dan memiliki nilai estetis. Di Kepulauan Riau, banyak komunitas kerajinan bambu. Rata-rata dari mereka membuat kerajinan miniatur kapal layar. Kerajinan ini ternyata banyak sekali peminatnya hingga mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, Jepang, dll.

Handicraft miniatur rumah adat Indonesia

handicraft rumah adat indonesia

Berawal dari keprihatinannya akan nasib berbagai rumah adat di Indonesia yang semakin terlupakan atau punah, seorang pengrajin asal Solo, Slamet Riyadi sehari-harinya menekuni usaha kerajinan pembuatan miniatur rumah adat. Berbekal kumpulan brosur rumah adat yang ia dapat dari anaknya saat mengunjungi TMII, Slamet Riyadi pun memiliki ide untuk membuat miniatur rumah adat seperti itu. Untuk membuat kerajinan ini, Slamet Riyadi menggunakan limbah kayu yang biasanya hanya dibuang.

Setiap harinya, Slamet Riyadi mampu menyelesaikan satu hingga dua miniatur rumah adat. Tergantung tingkat kesulitan dan ukurannya. Seperti miniatur rumah adat Toraja, karena sulit, Slamet Riyadi pun butuh waktu tak kurang dari 4 hari untuk menyelesaikannya. Rumah adat ini dibanderol dengan harga mulai dari puluhan hingga ratusan ribu per unitnya.

Itulah tiga handicraft Indonesia unik dan anti-mainstream yang memperkaya koleksi handicraft Indonesia. Dari ketiga kerajinan miniatur di atas, adakah yang menarik perhatian Anda atau ingin Anda koleksi?

Written by: Bintang North Star

A Passionate blogger who wants to conquer the cyberworld. Semua postingan ditulis dengan penuh cinta. Jangan coba-coba menyalinnya tanpa mencantumkan sumber. Be honest, please.

1 Comment

nisa

wah, bisa bikin gitu ya. sekalian dunk, di-feature siapa tuh yang bikin karya2nya. biar makin terinspirasi.

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *